Sabtu, 16 Oktober 2010

ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

TUGAS MANDIRI

RESUME
ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN


Disusun Oleh
ERNI YUSNITA

Dosen Pembimbing
JHON HELMI, MP


JURUSAN AGAMA ISLAM ( PAI )

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
HUBBUL WHATAN
TP.2009 – 2010
DURI


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas rahmat dan karunianyalah sehingga saya dapat menyeleaikan makalah yang berjudul Administrasi dan Supervisi Pendidian. Makalah inidibuat bukan saja untuk memenuhi tugas mandiri tetapi untuk melatih mahasiswa manganalisis kembali.
Saya masih sangat hijau dan masih muda dalam pengalaman membuat suatu makalah dan kemungkinan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu dengan hati yang lapang saya akan menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga makalah ini akan mencapai kesempurna.
Akhirnya dengan terselesainya makalah ini penulis mengucapkan ribuan terima kasih. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmadnya kepada kita semua.





                                                                        Duri,   Desember 2009

                                                                                    Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………
Daftar Isi                      ……………………………………………………
BAB I                          A. Peran Kepal Sekolah dalam Mengefektifkan Organisasi Sekolah
                                    B. Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah
BAB II                         A. Pembinaan dan Peningkatan Profesi Tenaga Kependidikan
BAB III                        A. Undang – Undang Kepegawaian dan Kode Etika Tenaga Kependidikan
BAB IV                       A. Kesimpulan


DAFTAR PUSTAKA

BAB I
A. PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEFEKTIFKAN ORGANISASI        SEKOLAH
Kepala sekolah memiliki peranan yang sangat kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyelesaikan semua dengan sumberdaya pendidikan yang tersedia di sekolah.kepemimipinan kepala sekolah merupakan salah satu factor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program – program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah dituntut mempunyai kemampuan menajemen dam kepemimipinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah.
Tentang sekolah efektif menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sedemikian penting untuk menjadikan sebuah sekolah pada tingkat yang efektif. Asumsinya adalah bahwa sekolah yang baik akan selalu memiliki kepala sekolah  yang baik, artinya kemampuan profesinal kepala sekolah dan kemauannya untuk berkerja keras dalam memberdaya  seluruh sumber potensi daya sekolah menjadi jaminan keberhasilan sebuah sekolah. Untuk lebih mengefektifkan  pelaksanaan pekerjaannya dan dapat mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang ada di seklah maka skepala sekolah harus memahami perannya.

a. Kepala Sekolah sebagai Manajer
            Dikatakan sebagai manejer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mencapai hasil tertentu melalui tindakan orang lain yang berada dibawah tanggung
jawanya. Sebagai manejer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memperdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama  atau kooperatif, memberikan kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong ketertiban seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.
            Sebagai manajer kepala sekolah harus mampu mengusahakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan – kegiatan tersebut adalah menrencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan. Merencanakan, kepala sekolah harus benar – benar memikirkan dan merumuskan dalam suatu program tujuan dan tindakan yang harus dilakukan. Mengorganisasian, kepala sekolah harus mampu menghimpun dan mengkoordinasikan sumber daya manusia dan sumber – sumber material sekolah sebab keberhasilan kepala sekolah sangatbergantung kepada kemampuan kepala sekolah dalam mengatur dan mendayagunakan berbagai sumbre daya dalam mencapai tujuan. Memimpin, kepala sekolah memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruh seluruh sumber adya manusia untuk melakukan tugas – tugasnya yang esensial. Mengendalikan, kepala sekolah memperoleh jaminan bahwa kepal sekolah berjalan mencapai tujuan.
Kepala sekolah berfungsi sebagai manajer mempunyai tugas antara lain :
  1. Menyusun perencanaan
  2. Mengorganisasikan kegiatan
  3. Mengarahkan kegiatan
  4. Mengkoordinasikan kegiatan
  5. Melaksankan kegiatan
  6. Melakukan evaluasi
  7. Menentukan kebijakan
  8. Mengambil keputusan
  9. mengadakan rapat
  10. Mengatur proses belajar mengajar
  11. Mengatur administrasi, ketatausahaan, siswa, ketenangan, sarana dan parasarana, keuangan sekolah
  12. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi lain, dan
  13. Mengatur organisasi siswa intra sekolah.

b. Kepala sekolah sebagai Administrator
            kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangar eret dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, menyusun, dan pendokumenan seluruh program sekolah. Sebagai seorang administrator, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan mengembangkan semua fasilitas sekolah baik sarana maupun prasarana pendidikan.
            Kepala sekolah sebagai administraror pendidikan harus mampu menerapkan kemampuannya dalam tugas – tugas operasionalnya yakni kemapuan pengelola kurukulum, pengelola administrasi perserta didik, pengelola personia, pengelola sarana dan prasarana, pengelolaan administrasi kearsipan, dan pengelola administrasi keuangan.


            Peran kepala sekolah sebagai administrator dapat dilihat pada kemampuan  pengelolaan kurikulum, pengelolaan personia, pengelolaan saran dan prasarana, pengelolaan administrasi kearsipan, dan pengelolaan administrasi keuangan.
c. Kepala Sekolah sebagai Supervisor
            kepala sekolah sebagai sepervisor dimaksudkan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap guru – guru dan personel lain untuk meningkatkan kinerja mereka. Kepala sekolah bertugas mengatur seluruh aspek kurikulum yang berlaku di sekolah sesuai dengan target yang telah ditentukan.
Aspek – aspek kurikulum yang harus dikuasai oleh kepala sekolah sebagai supervisor adalah :
  1. Materi pelajaran
  2. Proses belajar mengajar
  3. Evaluasi kurikulum
  4. Pengelolaan kurikulum, dan
  5. Pengembangan kurikulum
Bahwa peran utama kepala sekolah sebagai supervisor adalah :
Menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan serta memanfaatkan hasilnya yang diwujudkan dalam, program supervise kelas, kegiatan esktra kurikuler, serta peningkatan kenerja tenaga kependidikan dalam upaya pengembangan sekolah.

d. Kepala Sekolah sebagai Leader
            kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalama dan pengetahuan professional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kepala sekolah sebagai leader memiliki visi dan mempunyai peranan dalam mengelola visi menjadi sebuah kenyataan. Untuk menjadi pemimpin yang efektif menggunakan analitis yang dikembangkan dengan dan baik dan kemampuan intelektual dalam membimbing para staf dalam proses mengidentifikasi masalah – masalah, keterampilan politik dan manajemen untuk menyelesaikan konflik dan mampu membuat berbagai rencana kerja.

B. KUALITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
A. Pengertian Kualitas Kepemimpinan
            Pandangan mengenai kualitas kepemimpinan ini tidak terbatas, melainkan mencakup seluruh kehidupan masyarakat, situasi, alokasi, dan dilaksanakan menurut tujuan seseorang maupun suatu organisasi tertentu, baik pemerintah atau swasta menginginkan kualitas. Kualiti / kualitas diartikan dengan mutu yang baik, baik buruk mengenai sesuatu benda, ukuran kadar, atau derajat. Kepemimpinan menurut Wahjosumidja mengatakan adalah proses dalam mempengaruhi kegiatan – kegiatan seseorang tau kelompok dalam usahanya mencpai tujuan yang sudah ditetapkan. James J. scribbin, pengertian kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh consensus dan keikatan pada sasaran bersama, melampaui syarat – syaratorganisasi yang dicapai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan di pihak kelompok kerja.
Defenisi kepemimpinan menganung istilah pokok tertentu, yaitu :
1.       KEmampuan memperoleh, kepemimpinan merupakan proses pengaruh yang memungkinkan manajer.
2.       Konsensus dan keikatan, kepemimpinan merupakan proses untuk mendapatkan consensus. Keikatan pada sasaran bersama dari anggota kelompok  untuk secara antusias merealisasikan tujuan.
3.       Syarat – syarat organisasi, didalam pencapaian sasaran bersama perlu didukung wewenang, kaidah, peraturan dan syarat – syarat.
4.       Pengalaman sumbangan dan keputusan, anggota harus dirangsang oleh mutu kepemimpinan untuk memberikan pengalaman dan sumbangan terhadap organisasi.

Seorang dapat dikatakan pemimpin  jika ia dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu, meskipun tidak ada ikatan – ikatan yang formal dalam organisasi. Dengan demikian pengertian kepemimpinan akan timbul dimanapun, asalkan unsure – unsure di bawah ini ada :
  1. Adanya orang yang dipengaruhi
  2. Adanya orang yang mempengauhi
  3. Orang yang mempengaruhi mengerahkan kepada tercapainya sesuatu tujauan.

Defenisi kepemimpinan terdapat beberapa unsure yang bersamaan yang terdapat dalam prose kepemimpinan yaitu :
  1. Kepemimpinan merupakan suatu proses
  2. Adanya tujaun
  3. Adanya orang yang mempengaruhi dan dipengaruhi
  4. Kepemimpinan berlangsung dalam situasi yang tertentu
  5. Kepemimpinan berlangsung dengan memnggunakan teknik tertentu
  6. Fungsi kepemimpinan adalah untuk mempengauhi atau menggiatkan orang lain
  7. Dalam merealisasi tujuan terdapat proses interaksi antara pemimpin dan yang dipimpin

B. Tipe – Tipe Kepemimpinan
      Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui kesuksesan kepala sekolah ialah dengan mempelajari pendekatan kepemimpinan yang digunakan dan tipe atau gaya kpemimpinan yang diterapkan I sekolah. Sepanjang pengamatan para ahli, maka cara seseorang pemimpin melakukan kepemimpinana itu dapat digolongkan atas bebrapa golongan antara lain :
  1. Secara otokrasi :
    1. Pemimpin menganggap organisasi sebagai milik sendiri.
    2. Ia tidak sebagaidiktator terhadap para anggota organisasinya dan menganggap mereka itu sebagai bawahan dan merupakan alat, bukan manusia.
    3. Bawahan adalah menjalankan perintah – perintah atasan serta tidak boleh membantah, karena pemimpin secara ini tidak mau kritik, saran dan pendapat.
    4. Rapat – rapat atau musyawarah tidak dikehendaki.
    5. Kepemimpinan yang bersifat otokratis dikendalikan oleh seorang pemimpin yang mempunyai perasaan harga diri yang besar sekali.

  1. Secara militeristis :
Seorang pemimpin yang bersifat militeristis, yaitu pemimpin yang memiliki sifat – sifat antar lain sebagai serikut :
    1. Untuk menggerakkan bawahannya  ia menggunakan system perintah yang biasa digunakan dalam ketentuan.
    2. Gerak – geriknya senantiasa tergantung kepada pangkat dan jabatan.
    3. Senang akan formalitas yang berlebih – lebihan.
    4. Menuntut disiplin keras dan kaku dari bawahannya.
    5. Senang akan upacara – upacara untuk berbagai – bagai keadaan.
    6. Tidak menerima kritik dari bawahan,dsb.

  1. Secara paternalistis :
    1. Cara ini boleh dilatakan untuk seorang pemimpin yang bresifat “ kebapakan “, ia menganggap anak buahnya sebagai “ anak “ atau manusia
yang belum dewasa yang dalam segala hal masih membutuhkan bantuan dan perlindungan, yang kadang – kadang penlindungan berlebih – lebihan.
    1. Pemimpin semacam ini tidak ada sifat keras atau kejam terhadap mereka yang dipimpin.

  1. Secara kharismatis :
Sebenarnya kurang tepat kalau dikatakan “ menjalankan kepemimpina secara kharismatis “ atau pimipinan yang kharismatis. Sulit untuk menentukan sebab – sebab mengapa seoarang pemimpin memiliki charisma, yang jelas adalah bahwa pemimpin itu mempunyai “ daya tarik “ yang amat besar, sehingga pengikutnya amat besar pula junlahnya, akan tetapi susah dijelaskan mengapa mereka itu menjadi pengikut pemimpin tersebut. Kepatutan dan kesetiaan para pengikutnya rupa – rupanya timbul dari kepercayaan yang penuh kepada pemimpin yang dicinta, dihormati, disegani dan dikagumi, bukan semata – mata benar tidaknya tindakan – tindakan yang dilakukan pemimpin.

  1. Secara ‘laisses faire atau secara bebas :
    1. Melaksanakan pimpinan secara ini tidak diartikan “ membiarkan anak – anak buahnya untuk berbuat sekehendak sendiri – sendidi “
    2. Para anggota diberikan kebebasan sepenuhnya, maka proses pengembalian keputusan menjadi lambat bahkan sering tidak keputusan.
    3. pada hakikatnya pemimpin itu tidak memimpin tetapi membiarkan bawahannya bekerja sesuka – sukanya.
    4. Petunjuk – prtunjuk, pengawasan dan control kegiatan dan pekerjaan anaka buahnya tidak diadakan.

  1. Secara demokrasi :
    1. Cara demokratis perlakuannya bersifat kerakyatan atau persaudaraan, mengharapkan kerjasama dengan anak buahnya yang tidak dipandang sebagai alat, tetapi dianggap sebagai manusia.
    2. Mau menerima saran –saran dari anak buah dan bahkan kritik – kritik dimintanya dari mereka demi suksesnya pekerjaan bersama.
    3. Ia cukup memberi kebebasan kepada anak buahnya, karena menaruh keparcayaan ysng cukup.

C. Faktor –faktor yang Mempengaruhi kualitas Kepala Sekolah
            Sesungguhnya kepemimpinan adalah suatu proes alamiah dan harus dipenuhi. Dapat kita katakana bahwa untuk mengembangkan atau memelihara kerjasama secara sukarela, deperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang bijaksana memperlengkapi diri dengan ilmu manajemen dan administrasi serta kepemimpinan yang berkualitas.
            Seorang pemimpin pendidikan seperti kepala sekolah mestilah banyak fleksibilitas dalam menjalankan fungsingya sebagai administratos pemimpin dan pengurus yang baik.
Factor – factor yang mempengaruhi kualitas yang dikutip dari pendapat Tannenbaum dan Scmidt, yaitu :
  1. Motivasi internal pemimpin dan kekuatan lainnya yang ada padanya. Seperti,system penilaian, kepercayaan, terhadap para bawahan, kecendrungan kepemimpinan dan perasaan aman dalam suatu situasi yang tidak menentu.
  2. Motivasi eksternal yang disalurkan oleh pimpinan dan kekuatan lain yang terdapat pada diri bawahan.
  3. Kekuatan dalam situasi.

Hendiyat S. dan Wasty S. berpendapat bahwa kepemimpinan kepala sekolah dipengaruhi oleh :
  1. Faktor legal, seseorang yang menduduki jabatan pimpinan akan berhadapan dengan peraturan – peraturan formal dan instansi struktur yang berada diatasnya.
  2. Kondisi social ekonomi dan konsep – konsep kependidikan.
  3. Kepribadian pemimpin dan latihan – latihan.
  4. Hakikat dan atau ciri sekolah, hal ini berkaitan dengan ciri dan atau hakikat staf, para murid dan jenis sekolah.
  5. Perubahan – perubahab yang terjadi dalam teori pendidikan, tugas – tugas kependidikan dipengaruhi oleh berbagai perubahan teori dan metode aktivitas belajar.

D. Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan
      Kepala sekolah sebagai pimpinan di bidang pendidikan haruslah mengetahui dan memahami serta mengaplikasikan fungsi dan tugasnya dengan baik.  Garis – garis aspek dalam menjalankan peranana, tugas, fungsi serta tanggung jawab kepalasekolah akan mempengaruhi corak komunikasi atau public relations yang berbagai cara. Dalam hal ini interpersonal competence yang bermaksud berhubungan denga keupayaankita menerima tanggung jawab, segala saran dan tindakan yang kita lakukan, senantiasa mempunyai sikap terbuka untuk “ mendengar “ masalah orang – orang di bawah.

Sondang P. siregar, mengemukakan 5 fungsi kepemimpinan, yaitu :
  1. Pemimpinan selaku penentu arah yang aan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan.
  2. Wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak – pihak luar organisasi.
  3. Pimpinan selaku kmunikator yang efektif.
  4. Mediator yang handal, khususnya hubungan ke dalam terutama dalam menangani situasi konflik.
  5. Pimpinan selaku integrator yang efektif, rasional, objektif dan netral.

R. iyeng Wiraputra mengatakan bahwa kegiatan kepemimpinan pendidikan mempunyai tugas sebagai berikut :
1. Membantu masyarakat menetapkan tujuan pendidikan.
2. Memperlanjar proses belajar dan mengajar dan sehingga  lebih efektif.
3. Menyusun suatu organisasi yang produktif.
4. Mengkreasikan iklan perkembangan dan kesempatan tumbuhnya kepemimpinan.
5. Menyediakan sumber – sumber yang baik untuk mengajar dengan efektif.
Peranan kepala sekolah sebagai pemimpin, administrasi, dan “ pendamai “ atau pemberi motivasi bukan satu terbatas di sekitar kawasan sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Kepala sekolah perlu mengantisifasi elemen luar sekolah yang turut mengganggu kelancaran dan kestabilan perjalanan organisasi sekolah.
Sifat kepemimpinan dan pengetahuan dan pengalaman seorang pemimpin harus dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya dalam kepemimpinan di sekolah. Kepala sekolah harus memiliki keterampilan, dapat memilih dan bertindak sesuai tat kerja, atau prosedur kerja, sikap, kondisi yang sebenarnya, serta mampu berkmunikasi dengan cepat dan baik.
Willard S. usbree dalam bukunya Elementary School Administration and Supervision yang diterjemahkan oleh diwayat dan kawan –kawan mengatakan bahwa kelapa seklah dituntut 5 keterampilan atau skill pokok, yaitu :

  1. Kecakapan dalam mengatur atau mengadministrasikan tenaga – tenaga personol sekolah, baik guru – guru maupun tenaga – tenaga persoil sekolah lainnya.
  2. Kecakapan didalam mengatur  atau mengadministrasikan alat – alat perlengkapan sekolah.
  3. Kecakapan didalam bidang mengadministrasi keuangan atau pembiayaan sekolah.
  4. Kemampuan untuk berkerja sama untuk sekolah.
  5. Kemampuan untuk memimpin dan memplopori perbaikan dan pelaksanaan kuriklum sekolah.
BAB II
PEMBINAAN DAN PENINGKATAN PROFESI TENAGA KEPENDIDIKAN

            Sebagai kepala sekolah ataupun pemimpin kita harus dapat meningkatkan mutu sekolah yang kita bina agar tercapai suatu tujuan yang kita inginkan.
Pembinaan pendidikan diantaranya,yaitu :
    1. Melalui penataran atau pelatihan.
    2. Memperluas pengetahuan guru.
    3. Mengikuti program – program pendidikan.
Peningkatan prfesi tenaga kependidikan dintaranya, yaitu :
  1. Membangkitkan guru – guru dan pegawai sekolah menjalankan tugasnya masing – masing.
  2. Membinaan guru dalam memperaktekkan hasil – hasil penataran.
  3. Mengganti guru yang mengajar dari tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi supaya luasnya pengetahuannya tidak rendah.
  4. Guru harus disiplin.
  5. Mengajak sesame tenaga pendidik saling bertukar pikiran.
  6. Menunjuk guru di dalam bidang mengajar.




BAB III
UNDANG – UNDANG KEPEGAWAIAN DAN KODE ETIK TENAGA KEPENDIDIKAN

A. Undang – Undang Pokok Kepegawain
      Telah diuraikan dalam pasal IV tentang perkembangan organisasi pendidikan di Indonesia. Organisasi pendidikan khususnya ditangani oleh Departemen P dan K selalu mengalami perubahn sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan Negara. Disusun berdasarkan surat keputusan Presiden RI No. 45 Tahun 1974 dan No.15 Tahun  1983 untuk melaksanakannya dikeluarkan berbagai keputusan MEnteri P dan K.
      Kode Etik Tenaga Kependidikan, yaitu :
  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya.
  2. Guru memiliki kejujuran professional.
  3. Guru mengadakan komunikasi dalam memperoleh informasi.
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan di sekolah.
  5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
  6. Guru secara sendiri dan orang tua bersama – sama meningkatkan dan mengembangkan mutu profesinya.
  7. Guru menciptakan hubungan antara sesama.
  8. Guru secara bersama – sama membina organisasi guru professional.
BAB IV
KESIMPULAN

Dapat kita ketahui berbagai bidang permasalahan mengenai cara memperluas pengetahuan dalam peningkatan tenaga kependidikan sangat membutuhkan criteria yang betul – betul meningkatkan mutu pendidikan.
Undang – undang kepegawaian dank kode etik kependidikan berarti pegawai dan tenaga kependidikan tidak boleh melanggar tata cara aturan dalam melaksanakan tugas – tugasnya yang telah ditentukan, dan mereka harus mentaati peraturan yang telah diperbuat agar tidak semena – mena dalam melaksanakan kewajiban.












DAFTAR PUSTAKA

http://anwarholil.blogpot.com /2009/08/peran-kepala-dalam.html
http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/forum/viewtopic.php?id=89
PURWANTO NGALIM,Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Pt. Remaja Rosdakarya : Bandung : 2008








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar