Jumat, 15 Oktober 2010

KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillahirobbil ‘alamin………., puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, yang telah melimpahkan segala nikmat, rahmat, dan inayahnya kepada penulis, sehingga makalah ini dapat penulis selesaikan dengan tepat waktu.
Shalawat dan salam mudah-mudahan senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.  Sebagai pembawa panji islam penerang hati umat insani.
Penbuatan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik, dengan adanya bimbingan dan andil dari teman-teman serta dosen pembimbing oleh kaena itu, kami atas nama penulis maklah ini mengucapkan terimakasih.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kekhilafan. Oleh sebab itu, kepada para mahasiswa lainnya penulis mengharpkan saran dan kritik kontruktif demi kesempurnaan pada makalah yang lainnya. Atas saran dan kritiknya sebelumnya penulis mengucapkan terimakasih.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para mahasiswa pada umumnya.

Duri. 24 Maret 2009

Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar                                                 ……………………    i
Daftar isi                                                                       ……………………    ii
BAB    I           Pendahuluan                                         ……………………    3
  1. Latar belakang                                                  ……………………    3
  2. Tujuan                                                              ……………………    4
BAB    II          Pembahasan                                         ……………………    5
Pendidikan Islam pada zaman penjajahan Belanda         ……………………    5
  1. Pendidikan Islam Sebelum 1900                       ……………………    5
  2. Pendidikan islam pada masa peralihan   ……………………    6
  3. Pendidikan Islam Sesudah tahun 1909   ……………………    7
BAB    III        Penutup                                                ……………………    11
  1. Kesimpulan                                                      ……………………    11
  2. Saran                                                               ……………………    11
Daftar pustaka







BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang
Masa sejarah islam merupakan salah satu dari periodesasi perjalanan pendidikan sejarah pendidikan islam di Indonesia. Hal ini kaena lahirnya kerajaan islalm yang disertai berbagai kebijakan dari penguasaannya. Saat itu sangat mewarnai sejarah islam di Indonesia. Terlebih-lebih agama islam juga pernah dijadikan sebagai agama resmi Negara/ kerajaan pada saat itu.
Perjalanan sejarah pendidikan islam di Indonesia tidak bisa mengesampingkan keadaan islam  pada masa kerajaan islam ini.
Pendidikan islam itu menjadi tolak ukur bagaimana islam dan umatnya telah memainkan peranannya dalam berbagai aspek social, politik, maupun budaya.
Oleh karena itu untuk melacak sejarah pendidikan islam di Indonesia dengan periodesasinya, baik dalam pemikiran, isi, maupun pertumbuhan organisasi dan kelembagaannya. Tidak mugkin dilepaskan dari fase-fase yang dilaluinya.
Maka pada makalah ini akan dikemukakan islam pada masa penjajahan belan di Indonesia, serta peranannya dalam pendidikan islam dan dakwah islamiyah.

  1. Tujuan
Adapun tujuan penulis mengangkat permasalahan yang menyangkut dengan keadaan pendidikan islam di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda sebagaimana judul makalah yang mana penulis angkat yang dikuatkan oleh teori-teori dari buku yang mana penulis ketengahkan, ini tidak lain agar kita khususnya para mahasiswa sama-sama mengetahui lebih dalam sejarah, yang mana keadaan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia khususnya pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.















BAB II
PEMBAHASAN

PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

Sejarah perkembangan islam di Indonesia memberi gambaran kepada kita bahwa kontak pertama antara pengembangan agama Islam dan berbagai jenis kebudayaan dan masyarakat di Indonesia, menunjukkan adanya semacam akomondasi cultural. Disamping melalui pembenturan dalam dunia dagang, sejarah juga menunjukkan bahwa penyebaran Islam kadang-kadang terjadi pula dalam suatu relasi intlektual, ketika ilmu-ilmu dipertetangkan atau dipertemukan, ataupun ketika kepercayaan pada dunia lama mulai menurun.
Oleh karena itu, kedatangan kaum colonial Belanda berhasil menancapkan kukunya kebumi Nusantara dengan misi gandanya, (imperialisme dan Kritenisasi) sangat merusak dan menjungkirbalikkan tatanan yang sudah ada.[1]
K.H. Zainuddin Zuhri menggambarkan bahwa rakyat Indonesia yang mayoritas umat islam tidan memandang orang-orang barat sebagai penahluk dan penjajah. Dalam dada penjajah terdapat ajaran dari politikus curang dan licik Machiavelli.[2]
  1. Pendidikan islam sebelum tahun 1900.
Sebelum tahun 1900, kita mengenal pendidikan islam secara perseorangan, melalui rumah tangga dan surau atau langgar atau masjid.

Pendidikan islam pada masa ini bercirikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Pelajaran diberikan satu demi satu.
    2. Pelajaran ilmu sharaf didahulukan dari ilmu nahwa.
    3. Buku pelajaran pada mulanya dikarang oleh para ulama Indonesia kemudian diterjemahkan kedalam bahasa daerah setempat.
    4. Kitab yang digunakan pada umumnya ditulis tangan.
    5. Pelajaran satu ilmu hanya diajarkan dalam satu macam buku saja.
    6. Took buku belum ada.
    7. Karena terbatasnya bacaan.
    8. Belum lahir aliran baru dalam islam.
  1. Pendidikan islam pada masa peralihan.
Lembaga-lembaga pendidikan islam sebelum tahun 1900 masih relative sedikit dan berlangsung secara sederhana. Setelah itu, dalam periode yang disebut peralihan ini telah banyak berdiri tempat-tempat pendidikan islam terkenal.
Adapun pelajaran agama pada masa peralihan ini bercirikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Pelajaran untuk dua sampai enam ilmu dihimpun sekaligus.
    2. Pelajaran ilmu nahwa didahulukan atau disamakan dengan ilmu sharaf.
    3. Semua buku merupakan karangan ulama islam kuno dan dalam bahasa arab.
    4. Semua buku dicetak.
    5. Suatu ilmu diajarkan dari beberapa macam buku, rendah menengah dan tinggi.
    6. Telah ada took buku.
    7. Ilmu agama telah berkembang luas.
    8. Adanya aliran baru.
  1. pendidikan islam sesudah tahun 1909.
Sistem madarasah dikenal sejak pada permulaan abad ke 20. system ini membawa pembaharuan antaralain :
    1. perubahan system pengajaran dari perseorangan atau sorongan atau menjadi klasikal.
    2. Pengajaran pengetahuan umum disamping pengetahuan agama dan bahasa arab.


Pendidikan islam pada zaman penjajahan belanda meliputi dari berbagai tempat yaitu :
  1. Pendidikan islam di Aceh
Materi pendidikan islam di Aceh pada masa penjajahan Belanda adalah sebagai berikut :
a.       Belajar huruf hijaiyah.
b.       Juz’ama.
c.       Mengaji Al-Qur’an.

Setelah hal-hal yang berkaitan dengan pembacaan Al-Qur’an atau mengaji selesai, maka dilanjutkan kepada kitab-kitab barbahasa melayu, seperti :
a.       Masail Al-Muhtadi.
b.      Bidayah.
c.       Miftahul Jannah
d.      Shirat Al-Mustaqim.
e.       Sabil Al-Muhtadin.
f.        Majmu’
g.       Furu’masail.

Berakhirnya masa pembacaan kitab-kitab melayu merupakan babak baru bagi santri untuk segera mempelajari kitab-kitab berbahasa arab berikut ini :
a.       Dammun.
b.      Al-‘Awamil.
c.       Ajrumiyah
d.      Al-Minhaj.
e.       Tafsir Jalalain.

Adapun kaitan lembaga pendidikan islam seperti pesantren atau ulama di Aceh dengan penjajahan Belanda ialah bahwa pesantren dan ulama bertindak sebagai basis bagi pahlawan penjajahan Belanda.

  1. Pendidikan islam di Minangkabau.
Susunan materi pendidikan islam di Minangkabau, antaralain sebagai berikut :
a.       Belajar huruf hujaiyah.
b.      Mengaji kitab yang terbagi atas tiga tingkatan.
c.       Pengajian ilmu tasawuf.
sistem pendidikan yang digunakan masih seperti masa-masa awal yaitu sistem halaqah dan majlis taklim.
Ada beberapa surau yang cukup berjasa dalam pengembangan pendidikan islam di Minangkabau pada masa penjajahan Belanda antaralain sebagai berikut:
a.       Surau Tanjung sungayang.
b.      Surau Parabek.
c.       Surau Padang Japan.
d.      Surau Jambatan Besi di Padang Panjang.
e.       Surau Jaho di Padang Panjang.
f.        Surau Tabad Gadang di Padang Japang.






  1. pendidikan di Jambi.
Jambi adalah salah satu proponsi di Sumatra yang jarang diungkap sejarah keislamannya, sehingga orang lebih mengenal Candi Muara Takus daripada pesantren Nurul Iman yang cukup bersejarah bagi perkembangan pendidikan Islam di Jambi, terutama dalam masa penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, pesantren Nurul Iman tidak hanya sebagai sarana pendidikan Islam, tetapi juga sebagai basis bagi pejuangan rakyat untuk melawan penjajah Belanda.
Pesantren Nurul Iman didirikan pada tahun 1914 oleh H. Abdul Samad seorang ulama besar di Jambi. Pesantren ini juga berawal pada sistem halaqah.
Yang cukup menggembirakan, jumlah muridnya tidak pernah kurang dari 1050 orang dengan jumlah guru 40 orang.
Madrasah yang lain juga terkenal di Jambi ialah Saadatul Darain yang didirkan oleh H. Ahmad Syakur, salah seorang ulama besar di JAmbi. Kemudian madrasah Nurus Islam yang didirkan oleh Kamas H. Muhd. Saleh.
Kitab yang dipelajari dimasing-masing pesantren di Jambi tersebut memiliki persamaan.[3]



BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN.
Dari pembahasan yang telah diuraikan oleh pemakalah adalah sejarah pendidikan Islam pada zaman penjajahan Belanda, berkembang di beberapa derah dindonesia. Diantara daerah-daerah yang dikenal adalah Aceh, Minangkabau dan Jambi.
  1. SARAN.
Saran bagi kita semua adalah jangan melupakan sejarah pendidikan Islam yang berkembang pada masa lampau, agar kita bertambah semangat untuk belajar agama, meskipun bagaimanapun orang yang terdahulu mereka dalam keadaan dijajah Negaranya mereka tetap untuk belajar agama.










DAFTAR PUSTAKA


Drs. H. A. Mustafa-Drs. Abdullah Aly, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia,
Pustaka Setia, 1999: Bandung.
Dra. Hj. Enung K Rukiati, Dra. Fenti Hikmawati, pustaka setia.
Mustafa A. H. Drs.Aly Abdullah, Sejarah Pendidikan Islalm Di Indonesia,
Bandung Pustaka Setia.
Tim arafah Drs.H. Asy’ari, Pendidikan Agama Islam 3 Untuk Smp Kelas IX
            Aneka Ilmu, 2006. Semarang.
Moh. Fauzi A.G. Pendidikan Agama Islam Jilid 3 untuk kelas IX SMP, Grafindo Media Pratama., Bandung 2007.



[1] Dra. Hj. Enung K Rukiati, Dkk, Sejarah pendidikan Islam Di Indonesia,pustaka setia.hlm 55

[2] Ibid…hlm.56
[3] Drs. H. A. Mustafa-Drs. Abdullah Aly, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK.Pustaka Setia, 1999.hlm.76.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar